Friday, April 25, 2014

Bekerjasama Dalam Team (Kelompok)

Pengertian Kelompok

Kelompok adalah sekumpulan dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan mereka saling bergantung satu dengan yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempunyai tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi. Sebagai makhluk sosial, manusia cenderung  hidup dengan cara berkelompok. Berbagai kelompok manusia bisa ditemukan di atas permukaan bumi ini. Dasar pandangan dalam membentuk kelompok itu sendiri bisa berdasarkan dari berbagai macam hal. Mulai dari kelompok orang yang mempunyai hobi yang sama, aktivitas yang sama, sampai kelompok orang yang berasal dari suatu daerah yang sama. Dalam persepsi keanggotaan adalah kelompok itu suatu struktur atau bagian terpenting di dalam suatu keanggotaan. Lain hal dalam pengertian kelompok dalam kesalingantungan yaitu kelompok adalah saling terhubungnya hubungan sosial satu sama lain dengan orang lain dan dapat menimbulkan ketergantungan satu sama lain.

Karakteristik Kelompok

Karakteristik Kelompok menurut Sorsyth, pada tahun 1979, yaitu:
1. Interaksi → Fisik, verbal, nonverbal, emosional
2. Struktur → Pola hubungan yang stabil diantara anggota
- Role yang telah diharapkan dan seseorang yang telah menduduki
- Norma : Aturan yang mengidentifikasi atau mendeskripsikan perilaku yang tepat
- Relasi antar anggota
3. Tujuan
- Intrinsik
- Ekstrinsik (tujuan bersama):
a. Faktor pemersatu paling kuat (ex: olah raga)
b. Memotivasi perilaku tertentu sehingga tujuan tercapai
4. Groupness → entitavity (kesatuan) : Tingkat dimana kesatuan kekuatan tunggal menyatu
5. Ketergantungan Dinamis

Tahapan Pembentukan Kelompok

Pembentukan kelompok merupakan salah satu langkah awal terjadinya interaksi antar individu satu dengan yang lain, karena dengan terjadinya proses pembentukan kelompok akan terpenuhi kebutuhan dalam berkelompok. Pembentukan sebuah kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Proses pembentukan kelompok dimulai dari adanya perasaan/persepsi yang sama untuk memenuhi kebutuhan, dari perasaan ini akan muncul motivasi dalam memenuhi kebutuhan, kemudian menetukan tujuan yang sama dan akhirnya terjadi interaksi, sehingga terwujudlah sebuah kelompok. Pada tahap awal pembentukan kelompok ini akan ditentukan kedudukan masing-masing individu, siapa yang menjadi ketua dan siapa yang menjadi anggotanya. Dalam perjalanan kelompok akan terjadi interaksi antar anggota yang memungkinkan terjadinya perpecahan (konflik), tapi konflik ini biasanya bersifat sementara karena manfaat kelompok ini lebih besar, maka anggota akan menyesuaikan diri karena kepentingan bersama dan setelah itu perubahan kelompok akan mudah terjadi.

Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman pada tahun 1965. Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah konsep ini dicetuskan.

* Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
* Tahap 2 - Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
* Tahap 3 - Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
* Tahap 4 - Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
* Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

Kekuatan Team Work

Teamwork adalah pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa asosiasi dengan masing-masing melakukan bagian tetapi semua mensubordinasi keunggulan pribadi untuk efisiensi keseluruhan. Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama. Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Karenanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya. Memang benar ada orang yang memiliki banyak talenta dan sanggup mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus. Namun ia tetap membutuhkan orang lain. Untuk sementara ia kelihatan unggul, tapi sesungguhnya ia tak akan mampu bersaing menghadapi kekuatan sebuah tim.

Di dalam tim, tidak banyak yang memiliki bakat alamiah sebagai pemimpin. Namun sebagian besar pemimpin sulit mendelegasikan atau bekerja sama dengan orang lain. Ego yang kuat dan sulit mempercayai merupakan halangan terbesar dalam tim kerja. Namun hal ini dapat dikelola dan dilatih agar kita tidak terjebak dalam kegagalan the lone ranger. Pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk. Sama halnya dengan tim kerja yang harus dibangun dengan melewati berbagai proses pembentukan. Diawali dengan tahap pengenalan pribadi dan sesama anggota, lalu ada tahap konflik dan perbedaan pendapat. Kemudian terjadi proses saling memahami dan penyesuaian pribadi yang dilanjutkan dengan kemampuan untuk saling mengisi dan sinergi. Ketika seorang merasa lemah, maka anggota tim yang lain akan dapat menolong. Itulah keunggulan sebuah sinergi tim kerja.

Berikut poin-poin teamwork yang baik:
a. Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
b. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
c. Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
d. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
e. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
f.  Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
g. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
h. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
i. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
j. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
k. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
l. Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.

Implikasi Manajerial

Implikasi dalam bahasa indonesia adalah keterlibatan manusia dalam melakukan sesuatu, jadi dalam kasus ini Implikasi manajerial team work adalah keterlibatan manusia dalam kerja tim untuk saling membantu rekan satu kelompoknya karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa mengerjakan sesuatu sendiri, sudah ada keahlian masing-masing manusia untuk saling melengkapi , begitu juga dalam manajerial, di butuhkan untuk adanya team work untuk melengkapi satu sama lain dalam mengontrol suatu masalah lebih utama dalam Implikasi Manajerial. Implikasi Manajerial dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas. Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif. .Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara.


Sumber :

Jawwad, Abdul (2006). Manajemen Team Work. Jakarta : PT. Syaamil Cipta Media.







Saturday, March 29, 2014

Komunikasi

Pengertian dan Arti Penting Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media). Komunikasi adalah salah satu fungsi dasar dari manajemen dalam organisasi. Sedangkan Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi, Komunikasi dalam organisasi merupakan suatu komunikasi atau proses untuk anggota menghimpun informasi yang berhubungan dengan organisasinya dan merubah apa yang terjadi di dalamnya. Kata atau istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “communication”, atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis .Dalam kata communis ini memiliki makna berbagi atau menjadi milik bersama. Komunikasi adalah sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam menyampaikan pesan/rangsangan(stimulus) yang terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon pesan/rangsangan tersebut, serta memeliharanya di ruang publik.
Pada dasarnya komunikasi itu penting, karena tanpa disadari pada prinsipnya kehidupan manusia tidak bisa lepas dari komunikasi. Tanpa adanya komunikasi, manusia akan sulit untuk hidup karena manusia juga makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, tetapi membutuhkan bantuan orang lain. Tanpa komunikasi manusia tidak bisa bersosialisasi dan membuat kehidupan manusia tersebut tidak akan sama dengan manusia lainnya.

Jenis dan Proses Komunikasi

Adapun jenis- jenis komunikasi antara lain :

* Komunikasi lisan
Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka.Komunikasi lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat atau juga pada saat berpidato. Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, dan lain sebagainya karena adanya jarak si pembicara dengan lawan bicara.

* Komunikasi tulisan
Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya. Komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku. dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata.

Proses Komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
- Penginterprestasian, hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
- Penyandian, pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: merubah pesan abstrak menjadi konkret.
- Pengiriman, proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
- Perjalanan, pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
- Penerimaan, pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
- Penyandian Balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
- Penginterpretasian, pada ahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.

Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. Tujuan lainnya dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seimbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
Komunikasi dapat dikatakan efektif apa bila komunikasi yang dilakukan dimana pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya dan juga pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.

Implikasi Manajerial

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen. Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.


Sumber :

Suprapto, M. S, Tommy. 2009. Pengantar Teori Dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: Media Pressindo






Tuesday, March 25, 2014

Etika Menulis Blog

Blog saat ini dikenal sebagai salah satu media online yang sangat berpengaruh untuk menyuarakan buah pikiran. Sebagai media online, blog adalah sarana berkomunikasi secara online. Para penulis blog yang biasa disebut blogger, berasal dari berbagai kalangan. Meski tak semua memiliki latar belakang jurnalistik, melalui media online yang sangat mudah diakses oleh para pengguna internet ini, siapa pun sekarang bisa mempublikasikan tulisannya. Kegiatan ini memiliki berbagai keuntungan seperti mengurangi kepenatan, berbagi pengalaman, berbagi ilmu, mengerjakan tugas, atau bahkan mencari uang.

Munculnya berbagai komunitas blog pun membuat kekuatan blogger dalam menyuarakan pesan mereka secara online tak diragukan lagi. Bahkan blog yang dimanfaatkan sebagai media publikasi tulisan-tulisan yang sifatnya akademik maupun ilmiah, telah banyak dijadikan rujukan bagi berbagai penelitian.

Dengan berbagai keuntungan tersebut maka wajar jika banyak orang yang menulis blog demi kepuasan sendiri dengan tidak memperhatikan etika – etika yang ada. Karena merupakan sebuah tulisan yang bisa diakses dan dibaca oleh semua pengguna internet, tentunya dalam menulis blog diperlukan juga aturan-aturan yang menyangkut etika dalam berkomunikasi online.

Bicara soal Etika, secara Etimologi, Etika berasal dari bahasa Yunani : ETHOS yang artinya WATAK. Sedangkan MORAL berasal dari kata MOS (bentuk tunggal) atau MORES (jamak) yang artinya Kebiasaan. Menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S, etika sebagai ilmu sendiri sebenarnya menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat didekati melalui 3 cara, yaitu :
1. Etika Deskriptif
Cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.
2. Etika Normatif
Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar/tidak. Terbagi 2, yaitu Umum dan Khusus.
Umum: menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat? Bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan? Dll.
Khusus: upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam perilaku manusia.
3. Metaetika
Menganalisis logika perbuatan dalam kaitannya dengan 'baik' atau 'buruk'.

Jika teori etika di atas dikaitkan dengan kehidupan nyata dalam masyarakat, tentunya akan menyangkut beberapa hal seperti, perkembangan hidup masyarakat yang dihadapkan pada banyak pandangan moral yang bermacam-macam, kemudian modernisasi yang melanda segala bidang kehidupan masyarakat yang berakibat pada perubahan cara pikir, dan juga kemampuan menghadapi ideologi-ideologi asing yang mempengaruhi. Karena luasnya cakupan Etika sebagai ilmu itulah, hingga saat ini, boleh dibilang, antar blogger pun belum ada kesepakatan yang pasti mengenai Blogging Ethics itu sendiri, selain hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan yang dianggap baik dan buruk, benar dan salah. Beberapa tahun belakangan ini, untuk meningkatkan kualitas blog dan tulisan para blogger itu sendiri, ada beberapa aturan baik tertulis maupun tak tertulis. Yang tertulis, tentunya berkaitan dengan implikasi hukum dari sebuah tulisan yang dipublikasi melalui blog. Sejumlah aturan hukum menjadi 'alat pemaksa' bagi para pengguna internet agar lebih berhati-hati dalam menulis di blog mereka. Di Indonesia ada Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pers, dan KUHP yang bisa menjerat penulis blog yang dianggap melanggar hukum. Tentunya apa yang telah disepakati oleh para Blogger akan membawa aura positif baru dalam dunia penulisan online di Indonesia. 

Berikut 12 Butir Kesepakatan Etika Menulis Blog :

1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
Dalam menulis, kita seharusnya menghargai penulis lainya apabila kita menulis berdasarkan referensi yang ada pada artikel penulis lain. Mencopy-paste adalah suatu hal yang sangat dilarang pada tulisan ilmiah, tetapi di blog menurut pendapat saya masih bisa ditoleransi asal mencantumkan sumbernya dan membuat link ke sumber tersebut. Jika kita ingin belajar menulis maka hindarilah copy paste. Dengan membaca dari berbagai sumber dan ditambah dengan pengetahuan yang kita miliki, kita dapat menulis tanpa harus mencopy paste artikel dari orang lain. Sekali lagi kita bisa meneruskan tulisan orang lain yang kita anggap bermanfaat dan menyebutkan bahwa tulisan tersebut berasal dari sang penulis aslinya.

2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.

3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
Blog sangat mudah diakses oleh siapapun tidak terkecuali oleh anak dibawah umur. Memang penyedia layanan hosting blog seperti wordpress pun telah merilis aturan di term servicenya telah melarang adanya unsur pornografi dan akan memberi sanksi pada penulis yang melanggar. Akan tetapi unsur pornografi yang diselipkan dalam kata-kata berbahasa indonesia akan sulit untuk terlacak.

4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
Buatlah suatu karya tulis yang isinya menarik dan memberikan suatu inspirasi untuk kepentingan umum, mungkin dengan adanya inspirasi dari kita akan membuat suatu perubahan yang lebih baiik ke depannya. Hal ini akan membuat si pembaca merasa terkesan dan juga akan memberikan dampak yang positif bagi orang lain yang membacanya.

5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.

6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.

7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.

8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
Melakukan hack adalah perbuatan yang tidak bisa diterima oleh setiap pengguna blog karena akan merusak hal-hal atau kreativitas dari penulis tersebut.

9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
Masalah SARA sangat rentang menimbulkan pertentangan yang akan berakibat buruk apalagi ditulis dalam media online yang bersifat mudah menyebar. Pemahaman orang tentang hal ini tentu saja berbeda-beda berdasarkan latar belakang orang yang membacanya. Keanekaragaman pemikiran tersebut akan menyulut masalah SARA yang ditulis dalam suatu blog menjadi masalah yang serius dan susah terkendalikan.

10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
Penggunaan bahasa harus selalu diperhatikan, karena jika tidak menggunakan bahasa yang baik dapat menimbulkan kesalah pahaman dalam membaca atau kesalahpahaman mengartikan apa yang ditujukan oleh penulis.

11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.

12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.



Sumber :

Wednesday, November 13, 2013

Autobiografi

Nama saya adalah Alessandro Kevin, biasa dipanggil Ale di lingkungan luar, tapi di lingkungan rumah dan keluarga saya mempunyai nama panggilan Aldo. Saya adalah orang yang berjenis kelamin laki-laki dan lahir di Jakarta atau lebih tepatnya di Rumah Sakit St. Carolus di daerah Jakarta Pusat, pada tanggal 4 Januari 1993. Agama saya mengikuti kedua orang tua saya yaitu Kristen Protestan. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari keluarga yang dikepalai oleh Bapak Thimotius Tanasale dan dengan Ibu Mada Dewi Dewayani.
Thimoutius Tanasale adalah ayah saya, dia adalah orang yang berasal dari daerah Maluku atau biasa disebut orang ambon. Dan ibu saya, Mada Dewi Dewayani berasal dari daerah Yogyakarta. Mereka berdua adalah orang yang merawat saya serta kakak dan adik saya sejak kecil. Saya mempunyai satu kaka dan juga satu adik. Kedua saudara saya itu berjenis kelamin perempuan. Kakak saya bernama Anna Margareth, yang lahir pada tanggal 15 November 1990 di Jakarta. Dan adik saya bernama Astrid Patricia, yang lahir pada tanggal 23 Agustus 1995 di Jakarta. Kami sekeluarga tinggal di dalam satu rumah sederhana yang beralamatkan di Jl. P. Kangean Blok D 11 No 4 di Komplek AL Jatimakmur, Pondok Gede – Bekasi. Keluarga ini adalah bagian terpenting dalam hidup saya, karena keluarga ini adalah tempat awal saya belajar berbagai macam hal.
Saya memulai pendidikan saya pada umur 2 tahun di taman kanak-kanak atau TK. Awalnya saya hanya ikut-ikutan dengan kaka saya yang baru masuk TK juga, tapi ternyata saya bisa mengikuti apa yang diajarkan. Tapi karena umur saya waktu itu masih terlalu muda, guru dan orangtua saya sepakat bahwa saya tetap di TK A. Akhirnya saya menyelesaikan TK pada umur 5 tahun dan lanjut pada pendidikan berikutnya yaitu Sekolah Dasar (SD). Saat mendaftar SD saya sempat tidak diperbolehkan mendaftar karena saat itu batas usianya adalah 6 tahun, sedangkan saya masih berumur 5 tahun. Kemudian saya diberikan tes di tempat terpisah dan ternyata saya bisa mengerjakan dengan baik tes yang diberikan, bahkan nilai yang saya peroleh cukup baik. Akhirnya berdasarkan hasil tes, saya diterima bersekolah di SD tersebut. Nama SD saya adalah SD Katholik Pamardi Yuwana Bhakti, sekolah swasta Katholik yang ada tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Semasa di SD saya selalu masuk ke dalam kelas unggulan, tapi karena persaingan yang cukup sulit di dalam kelas unggulan, saya tidak pernah mendapatkan rangking atau masuk dalam peringkat 10 besar di kelas. Tapi saya tetap bersyukur untuk semua yang sudah saya alami selama di SD, karena saya banyak mendapatkan pengalaman. Pada kelas 3 SD saya juga mengikuti kegiatan Marching Band karena itu adalah kegiatan Ekstrakurikuler yang ada di sekolah saya. Kegiatan Marching Band adalah kegiatan yang menggunakan banyak alat musik, yang jika dipadukan akan menghasilkan musik yang baik dan enak didengar. Kemudian setelah saya lulus SD saya mengikuti tes masuk untuk SMP negeri di Jakarta. Karena saya berasal dari SD di bekasi, maka untuk masuk ke SMP negri di Jakarta cukup sulit dan harus mempunyai nilai yang tinggi. Dan karena sewaktu mengikuti tes kurang persiapan, maka saya mendapatkan SMP yang tidak termasuk dalam kategori unggulan, yaitu SMPN 24 Jakarta. Itu adalah SMP negri yang terdapat di daerah Kampung Dukuh, Jakarta Timur. Semasa SMP saya merasakan pergaulan yang berbeda karena saya berasal dari SD swasta dan sebelumnya belum pernah bersekolah di sekolah negri. Masuk di SMP negri membuat saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan juga membuat saya mengenal berbagai macam teman-teman baru yang mempunyai sifat berbeda-beda dan tidak pernah saya temui sebelumnya.
Kemudian setelah melalui tiga tahun masa SMP yang menyenangkan, akhirnya saya lulus dengan nilai yang cukup baik. Rata-rata 8,4 dari tiga mata pelajaran membuat saya lebih mudah dalam memilih SMA. Tapi karena SMA yang masuk kategori unggulan kebanyakan letaknya cukup jauh dari tempat tinggal saya, sehingga membuat saya mengambil keputusan untuk mencari SMA negri yang tidak terlalu jauh. Akhirnya saya mendaftar di SMAN 113 yang terletak di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Saya langsung lolos dan mendapatkan peringkat 39 dari sekitar 400 siswa yang diterima. Masa SMA adalah masa yang sangat menyenangkan, karena disitulah proses saya menjadi dewasa. Di SMA saya mengikuti kegiatan Futsal yang termasuk dalam kegiatan Ekstrakurikuler. Saya selalu mengikuti kegiatan futsal yang ada di sekolah saya yang waktu itu selalu diadakan setiap sabtu pagi dan hari kamis sepulang sekolah. Tapi bukan karena saya senang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tapi karena memang saya sangat menyukai futsal. Futsal sudah menjadi hobby saya. Futsal adalah olahraga yang menyenangkan menurut saya. Melalui futsal kita bisa banyak belajar, misalnya belajar bekerja sama karena di dalam futsal kerja sama adalah yang terutama. Saya mengikuti kegiatan futsal dari kelas 1 sampai di kelas 3 dan sudah mengikuti berbagai macam lomba futsal antar sekolah. Prestasi yang telah di dapat pun cukup banyak. Tapi prestasi tertinggi yang pernah saya raih adalah Juara 1 Futsal di perlombaan Freedom of Forestation, suatu kompetisi futsal antar SMA seJabodetabek yang diadakan oleh SMAN 48 Jakarta. Menjadi juara pada perlombaan tersebut adalah hal yang sangat membanggakan, karena perlombaan tersebut diikuti oleh berbagai sekolah yang juga tentunya sudah terkenal di bidang futsal. Kami berhasil menjadi juara pada perlombaan tersebut berkat usaha, kerja keras, dan juga hasil latihan kami sehingga kami mampu membawa nama baik sekolah kami. Tim futsal yang berhasil menjadi juara itu pun sampai sekarang masih tetap terbentuk dan mempunyai nama Rayhan FC. Walaupun setelah kami lulus SMA tapi kami masih tetap kompak dan selalu berlatih dengan rutin. Walau sekarang sudah punya kesibukan masing-masing, tapi kami masih selalu menyempatkan diri untuk terus berkumpul dan berlatih bersama. Kembali ke SMA, SMA adalah tempat pembelajaran yang cukup sulit. Mulai dari pelajarannya, juga lingkup sosialnya pun semakin luas. Tapi saya berhasi melalui tiga tahun masa SMA, walaupun banyak sekali rintangan seperti tugas-tugas yang selalu ada, godaan atau ajakan dari teman-teman yang mengarah ke arah negative dan juga banyak hal lain yang didapat di SMA.
Setelah lulus SMA saya tidak langsung melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Setelah sempat menganggur selama satu tahun, di tahun berikutnya saya mulai mencari pekerjaan. Dan akhirnya saya ditawarkan untuk bekerja di travel agent. Setelah mengikuti interview, akhirnya saya langsung diperbolehkan bekerja esok harinya. Awal bekerja cukup sulit untuk bangun pagi karena sudah terbiasa bangun siang. Tapi karena tuntutan pekerjaan, maka saya harus berusaha. Setelah hampir setahun bekerja, saya mulai berpikir untuk melanjutkan pendidikan. Dan saya juga mendapat nasehat juga dukungan dari orang-orang sekitar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Tempat bekerja saya saat itu terletak di deretan Ruko Duta Permai yang berada tepat bersebelahan dengan Universitas Gunadarma kampus J. Karena letaknya yang sangat berdekatan, saya memutuskan untuk mendaftar di Gunadarma untuk kelas malam atau kelas karyawan. Setelah mendaftar kemudian saya juga mengikuti tes. Lulus dengan hasil yang lumayan yaitu Grade A, saya melanjutkan dengan tes kesehatan. Pada tes kesehatan saya juga dinyatakan lulus dan tinggal mengikuti masa pra kuliah. Tapi masalah terjadi setelah semua urusan administrasi selesai. Pimpinan dari tempat saya bekerja tidak mengijinkan saya untuk kuliah. Saya sempat bingun harus memilih yang mana, karena jika saya tidak bekerja maka saya tidak bisa membiayai kuliah. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari pekerjaan lain sebelum keluar dari tempat saya bekerja. Itu saya lakukan setelah saya memutuskan bahwa tahun itu juga saya harus memulai kuliah. Akhirnya saya ditawarkan bekerja dengan saudara saya, karena mereka mempunyai usaha keluarga dan mereka juga sangat mendukung saya untuk melanjutkan pendidikan. Letaknya pun tidak jauh dari rumah saya, sehingga memudah kan saya untuk kuliah. Dan akhirnya saya pun masuk di Universitas Gunadarma pada tahun 2012.
Selain mempunyai kegiatan bekerja dan juga kuliah, saya juga banyak mengikuti kegiatan di gereja. Karena cukup aktif dalam mengikuti kegiatan di gereja, saya terpilih menjadi salah satu pengurus pemuda gereja yang dinama Gerakan Pemuda GPIB Pelita. GPIB Pelita adalah gereja tempat saya beribadah. Menjadi seorang pengurus bukan lah hal yang mudah seperti yang saya pikirkan pada awalnya. Banyak hal yang tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Kemudian selalu ada masalah yang menyebabkan timbulnya perpecahan antar anggota atau bahkan antar pengurus. Jika saja kita tidak bisa menyikapi dengan bijak bukan tidak mungkin susunan pengurus ini bisa berantakan. Tapi kami masing-masing mencoba untuk saling percaya dan yakin bahwa tanggung jawab akan dapat dilakukan oleh masing-masing pengurus. Sehingga masalah-masalah yang muncul akan kita bicarakan bersama, supaya mempermudah penyelesaiannya. Saya masih menjadi pengurus hingga sekarang, dan dengan banyak maslah. Tapi saya dan pengurus lainnya yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin terselesaikan jika kita saling percaya, saling bekerjasama, dan tentunya mengandalkan Tuhan.
Sekarang saya masih bekerja dan berkuliah di semester 3. Semakin sulit pendidikan yang akan saya jalani, tapi saya yakin saya mampu menjalaninya. Semoga apa yang saya ceritakan tentang diri saya ini dapat memberikan makna pada yang membacanya dan akan sangat baik jika dapat menjadikan motivasi.

Terima Kasih J

Monday, November 11, 2013

Proses Organisasi

Proses Organisasi adalah segala aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi. Proses organisasi itu berkaitan dengan interaksi antar anggota di dalam suatu organisasi dan dapat diartikan sebagai prosedur bagaimana anggota dapat saling bahu membahu untuk membangun suatu organisasi.

Proses Organisasi juga mempunyai bagian-bagian seperti :
1. Proses Komunikasi,  yaitu rangkaian kegiatan sebelum atau pada saat kejadian itu sedang terjadi. Dalam proses ini, bahwa komunikasi dalam sebuah proses organisasi agar tidak ada kesalahpahaman antar anggota organisasi dalam menjalankan tugasnya masing-masing sangat penting.
2. Hubungan antar peran, selain komunikasi Hubungan antar suatu anggota dalam organisasi itu sangat penting terutama untuk membangun proses kerja dari organisasi tersebut supaya maka setiap anggota dalam organisasi akan saling bekerjasama secara optimal dalam menjalankan perannya masing.
3. Tahap Pengawasan, dimulai komunikasi dalam tahap perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, penggunaan SDM yang layak, penggunaan anggraran, pengarahan, pelaksanaan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan sampai pada organisasi selesai dan jika proses pengawasan tidak dilaksanakan, maka biasanya pencapaiannya kurang baik.
4. Pengawasan/pengendalian, Dalam sebuah proses diperlukan pengawasan/pengendalian terhadap pihak yang berwewenang agar suatu proses organisasi dapat berjalan dengan baik, terarah dan sesuai dengan tujuan.

Proses Mempengaruhi

Pengaruh adalah suatu kegiatan atau keteladanan yang menunjukan hal baik,yang dilakukan secara langsung ataupun secara tidak langsung, sehingga mengakibatkan suatu perubahan perilaku sikap, baik itu individu atau kelompok. Setiap organisasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun, bagaimana kita melaksanakan suatu wewenang agar organisasi tersebut mendapat pengaruh yang baik.

Elemen-elemen yang ada dalam suatu proses mempengaruhi antara lain :
a. orang yang mempengaruhi (0)
b. metode mempengaruhi (→)
c. orang yang dipengaruhi (p)
Jadi proses mempengaruhi : 0 → p

Metode mempengaruhi :
a. Keahlian fisik = Keahlian fisik dapat berguna untuk mempengaruhi orang karena dengan kita melakukan suatu hal yang menggunakan fisik atau sebagainya dapat mengubah pandangan seseorang terhadap suatu hal.
b. Penggunaan sanksi (Positif/Negatif) = Metode ini dapat berguna untuk mempengaruhi karena dari sanksi yang telah diberikan kepada seseorang akan membuat orang berpikir saat akan melakukannya lagi.
c. Keahlian = Merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi yaitu menggunakan keahlian, karena dengan keahlian kita dapat menunjukkan dengan pasti sesuatu yang kita yakini.
d. Kharisma (daya tarik) = Sesuatu yang tidak dipunyai semua orang, yang ternyata mempunyai peran penting untuk mempengaruhi karena dengan metode ini tanpa sengaja pun orang bisa terpengaruh dengan kondisi kita.

Di dalam mempengaruhi terdapat daerah pengaruh, yaitu mencakup hubungan – hubungan antara perseorangan, kelompok dengan seseorang, dan juga seseorang dengan kelompok.

Ada beberapa analisis tentang hubungan antara kekuasaan dan pengaruh, yaitu :
1. Analisis French-Raven
Kekuasaan berdasarkan pada pengaruh, dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikolog. Pengaruh adalah pengendalian yang dilakukan oleh seseorang dalam organisasi terhadap orang lain. Konsep penting atas dasar gagasan ini adalah bahwa kekuasaan merupakan pengaruh laten (terpendam), sedangkan pengaruh merupakan kekuasaan dalam kenyataan (yang direalisasikan).
French-Raven mengidentifikasikan lima sumber atau basis kekuasaan. Setiap sumber dapat terjadi pada smua tingkatan.
a. Kekuasaan balas jasa (reward power)
b. Kekuasaan paksaan (coercive power)
c. Kekuasaan sah (legitimate power)
d. Kekuasaan ahli ( expert power)
e. Kekuasaan panutan (referent power)

2. Analisis Etzioni
Mencurahkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain baik suka maupun tidak.

3. Analisis Nisbet
Wewenang sebagai suatu “satuan-gagasan” sosiologi,dan merupakan penerimaan suka rela seseorang akan perubahan-perubahan yang dilakukan oleh para pemimpin mereka. Kekuasaan, merupakan paksaan atau usaha mendominasi orang lain agar berperilaku dengan cara-cara tertentu tanpa mempengaruhi system priferensinya.

Proses Pengambilan Keputusan

Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak dan kewajiban pucuk pimpinan berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan. Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori (berburuk sangka) selalu merupakan proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan oprasioal pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :
a. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin berupa kegiatan penelitian
b. Melalui analisis data
c. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
d. Mengoprasionalakan keputusan menjadi kegiatan
e. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data oprasional yang baru

Konsep Pengambilan Keputusan :
- Identifikasi dan diagnosis masalah
- Pengumpulan dan analisis data yang relevan
- Pengembangan & evaluasi alternative
- Pemilihan alternatif terbaik
- Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil – hasil


a. Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
• Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
• Kepusan-keputusan pribadi & strategi
• Keputusan-keputusan dasar & rutin

b. Model-model Pengambilan Keputusan
• Relationalitas Keputusan
• Model- model perilaku pengambilan keputusan

c. Teknik Pengambilan Keputusan
- Teknik Kreatif
Brainstorming = Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-idenya.
Synectics = Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningkatkan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok.
- Teknik Partisipatif
Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Proses mempengaruhi pengambilan keputusan. Dan komunikasi adalah proses-proses manejerial karena secara nnyata dilaksanakan oleh para manajer. Proses-proses ini juga merupakan proses-proses organisasional karena lebih penting daripada manajer individual dalam pengaruhnya apada pencapaian tujuan–tujuan organisasi. Ketiga proses organisasi dan manejemen ini merupakan bagian vital sistem organisasi formal dan mempunyai implikasi-implikasi sangat penting terhadap perilaku organisasional.

Sumber :













Saturday, November 2, 2013

Konflik Organisasi

Pengertian Konflik

Konflik bisa diartikan sebagai suatu proses social diantara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menjatuhkan, menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Biasanya konflik ini diawali dengan adanya perbedaan yang dibawa oleh satu individu di dalam interaksi, sehingga menghasilkan perbedaan pendapat yang memungkinkan menimbulkan suatu masalah.

Jenis-jenis Konflik

1. Konflik peranan yang terjadi di dalam diri sesorang, terjadi jika seseorang harus memilih tujuan yang saling bertentangan.
2. Konflik antar peranan, terjadi karena adanya perbedaan kepribadian antara peranan yang satu dengan peranan lainnya.
3. Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang, terjadi jika seseorang gagal memenuhi harapan dari beberapa orang dan juga gagal menyesuaikan diri.
4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan, terjadi akibat munculnya pendapat-pendapat yang bertentangan dari berbagai individu sehingga terjadi masalah.

Sumber-sumber Konflik

1. Kebutuhan untuk membagi sumber daya-sumber daya yang terbatas
Bila setiap satuan dalam suatau organisasi mempunyai sumber daya terbatas, masalah bagaimana membaginya merupakan konflik potensial. Sumber daya-sumber daya tersebut harus di lokasikan, sehingga beberapa kelompok tak terelakan akan mendapatkan lebih sedikit dari pada yang mereka inginkan atau butuhkan.

2. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan
Kelompok-klompok organisasi cenderung menjadi terspesialisasi atau di bedakan karena mereka mengembangkan berbagai tujuan, tugas dan personalia yang tidak sama. Perbedaan-perbedaan ini sering mengakibatkan konflik kepentingan atau prioritas, meskipun tujuan organisasi sebagai keseluruhan telah di setujui.

3. Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja
Saling ketergantungan kerja ada bila dua atau lebih kelompok saling tergantung satu dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas reperatif mereka.

4. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi
Perbedaan-perbedaan tujuan diantara para anggota berbagai satuan dalam organisasi sering berkaitan dengan berbagai perbedaan sikap, nilai-nilai dan persepsi yang dapat menimbulkan konflik.

5. Kemenduaan Organisasional
Konflik antar kelompok dapat juga berasal dari tanggung-jawab kerja yang dirumuskan secara mendua (ambiguos) dan tujuan-tujuan yang tidak jelas.

6. Gaya-gaya individual
Banyak orang menyukai konflik, debat dan ada argumentasi; dan bila hal ini dapat dikendalikan maka dapat menstimulasi para anggota organisasi untuk meningkatkan atau memperbaiki prestasi.

Strategi Penyelesaian Konflik

1. Kalah – Kalah
Biasanya terjadi jika orang yang bertemu sama-sama punya paradigma Menang-Kalah. Karena keduanya tidak bisa bernegosiasi secara sehat, maka mereka berprinsip jika tidak ada yang menang , lebih baik semuanya kalah. Mereka berpusat pada musuh, yang ada hanya perasaan dendam tanpa menyadari jika orang lain kalah dan dirinya kalah sama saja dengan bunuh diri.

2. Menang – Kalah
Paradigma ini mengatakan jika “saya menang, anda kalah “. Dalam gaya ini seseorang cenderung menggunakan kekuasaan, jabatan, mandat, barang milik, atau kepribadian untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan mengorbankan orang lain. Dengan paradigma ini seseorang akan merasa berarti jika ia bisa menang dan orang lain kalah. Ia akan merasa terancam dan iri jika orang lain menang sebab ia berpikir jika orang lain menang pasti dirinya kalah. Jika menang pun sebenarnya ia diliputi rasa bersalah karena ia menganggap kemenangannya pasti mengorbankan orang lain. Pihak yang kalah pun akan menyimpan rasa kecewa, sakit hati, dan merasa diabaikan.

3. Menang – Menang
Menang-Menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi. Menang-Menang berarti mengusahakan semua pihak merasa senang dan puas dengan pemecahan masalah atau keputusan yang diambil. Paradigma ini memandang kehidupan sebagai arena kerja sama bukan persaingan. Paradigma ini akan menimbulkan kepuasan pada kedua belah pihak dan akan meningkatkan kerja sama kreatif.

Pengertian Motivasi

Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan atau "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang. Motivasi dapat ditimbulkan baik oleh faktor internal maupun eksternal tergantung darimana suatu kegiatan dimulai. Kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internal. Begitu juga dalam suatu organisasi, setiap individu akan mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda dan unik. Penggolongan motivasi internal yang dapat diterima secara umum belum mendapat kesepakatan para ahli, namun demikian para psikolog menyetujui bahwa motivasi internal dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok, yaitu :
a. Motivasi fisiologis, yang merupakan motivasi alamiah (biologis) seperti lapar, haus, seks.
b. Motivasi psikhologis yang dapat dikelompokan dalam 3 kategori dasar, yaitu :
- Motivasi kasih sayang (Affectional Motivation)
- Motivasi mempertahankan diri (Ego-Defensive Motivation)
- Motivasi memperkuat diri (Ego-Bolstering Motivation)

Teori-teori Motivasi

1. Teori Xdan Y Mc Gregor

X dan Teori Y ialah teori motivasi manusia yang dicipta dan dibangunkan oleh Douglas McGregor di Sekolah Pengurusan MIT Sloan pada 1960-an, yang telah digunakan bagi pengurusan sumber manusia, tingkah laku organisasi, komunikasi organisasi dan pembangunan organisasi. Ia menggambarkan dua model bertentangan mengenai motivasi tenaga kerja. Teori ini mengemukakan strategi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep pengurusan berpenyertaan.
Konsep ini terkenal dengan menggunakan anggapan-anggapan sifat dasar manusia. Pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan melalui kuasa dan sebaliknya, seorang pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. Sebagai contoh, karyawan yang memiliki jenis teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki jenis teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya. Jenis Y ini adalah jenis yang sudah menyedari tugas dan tanggungjawab pekerjaannya.

Teori X dan Teori Y mempunyai kaitan dengan persepsi pengurus ke atas pekerja mereka, bukan mengenai cara mereka biasanya bertindak. Ia adalah sikap dan bukannya ciri-ciri . Teori perilaku ialah teori yang menjelaskan bahawa suatu perilaku tertentu dapat membezakan pemimpin dan bukan pemimpin pada setiap manusia. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para pengurus / pemimpin organisasi syarikat memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan iaitu teori x atau teori y.

Teori X
Teori ini menyatakan bahawa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki cita-cita yang kecil untuk mencapai tujuan syarikat namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan syarikat.

Teori Y

Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kudrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat kerana mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan syarikat. Pekerja memiliki kemampuan kreatif, imaginasi, kepandaian serta memahami tanggungjawab dan prestasi atas pencapaian tujuan bekerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.

2. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)

Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
(1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;
(2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;
(3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs);
(4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan
(5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.
Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.

3. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)

Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”

Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :
(1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat;
(2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan
(3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

4. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)

Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.

Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.



Sumber :















Friday, October 25, 2013

Organisasi

Tipe Organisasi

Dalam organisasi di Indonesia saat bermacam -macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan ,atau organisasi partai politik.Bahkan dalam pemerintahan di katakan organisasi beskala nasional.karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus.Di dalam bentuk organisasi dapat kita bedakan sebagai berikut:

1. Piramida Mendatar(flat)
menpunyai ciri-ciri diantaranya :
a. Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
b. jumlah pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c. Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.

2. Piramida Terbalik.
Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.

3. Type Kerucut
type organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.

Bentuk Organisasi

1. Bentuk Organisasi Staff
Di dalam organisasi ini hanya terdapat pucuk pimpinan dan staff yang memberikan bantuan pemikiran berupa saran atau nasihat kepada pucuk pimpinan. Oleh karena itu dalam organisasi staff tidak ada garis komando ke bawah karena tidak adanya pejabat pimpinan lini. Dalam prakteknya tidak ada organisasi yang murni organisasi staff, karena tidak ada pimpinan organisasi yang hanya membutuhkan nasihat saja, tetapi biasanya dipadukan dengan bentuk organisasi lini sehingga menjadi bentuk organisasi lini dan staff, atau dikombinasikan dengan bentuk organisasi fungsi sehingga menjadi bentuk organisasi lini dan fungsi.

2. Bentuk Organisasi Lini
Bentuk organisasi lini dapat disebut juga sebagai bentuk organisasi garis atau bentuk organisasi komando (line organization). Bentuk organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pucuk pimpinan dipandang sebagai sumber kekuasaan tunggal. Segala keputusan ada di tangan pimpinan. Kemudian wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya untuk semua jenis atau bidang pekerjaan  menurut garis komando. Dari pucuk pimpinan sampai kepada bawahan berlangsung menurut garis komando. Oleh karena itu dalam bentuk organisasi lini/garis hanya dikenal unsur pimpinan dan pelaksana yang merupakan pejabat lini.

3. Bentuk Organisasi Fungsional
Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh. Memiliki ciri-ciri seperti pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan, kemudian bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan, pekerjaan lebih banyak bersifat teknis, target-target jelas dan pasti, pengawasan ketat, dan penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi. Biasanya dalam hal ini solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi. Tapi juga sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan.

4. Bentuk Organisasi Fungsional dan Lini

Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan. Dalam bentuk organisasi ini tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan dan juga tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pembagian kerja.

5. Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.

6. Bentuk Organisasi Lini dan Staff
Bentuk organisasi lini dan staff merupakan perpaduan antara dua bentuk organisasi, yaitu organisasi lini dan organisasi staff. Wewenang diserahkan dari pucuk pimpinan kepada unit-unit organisasi yang ada dibawahnya dalam semua bidang pekerjaan dan dibawah pucuk pimpinan yang telah ditempatkan staff. Staff ini tidak mempunyai wewenang lini/garis kebawah. Staff hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat, pemberi pertimbangan sesuai bidang keahliannya.

Struktur atau Skema Organisasi

Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan, sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung, yang apabila setiap bagian dapat dikelola dengan baik maka organisasi tersebut pun akan ikut membaik.

6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
2. Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

3. Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

4. Bentuk Setengah Lingkaran
Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.

5. Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips

6. Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.

Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.

Macam-macam Skema Organisasi
a.Berdasarkan teknik atau cara membuatnya :
Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
Skema organisasi Lingkaran
Skema organisasi Gambar
b. Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya :
Skema Organisasi Fungsional
Skema Organisasi Jabatan
Skema Organisasi Nama
Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Skema Organisasi Struktur

Sumber :